Tuesday, April 28, 2015

Tips Memilih Lantai Rumah Anda

Hal penting untuk di perhatikan dalam memilih material lantai yang cocok untuk rumah Anda


  Dalam menentukan desain sebuah pemilihan jenis dan material lantai sangat penting untuk di pahami berikut ini tips memilih material lantai untuk rumah anda.

  Beberapa faktor turut mendukung sebuah desain interior untuk terlihat menarik. Selain langit-langit dan dinding, tentunya lantai merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Kadang untuk mempermudah proses pengerjaan sebuah interior, semua ruang yang ada di dalam rumah  menggunakan bahan lantai yang sama. Padahal  sesungguhnya, memilih material lantai seperti keramik atau granit haruslah sesuai dengan fungsi serta apa saja yang ada di ruang tersebut nantinya. Bukan itu saja, namun luasan serta konsep yang akan diinginkan juga sangat menentukan dalam pemilihan material lantai untuk sebuah ruangan.

  Faktor lain yang perlu  kita perhatikan adalah pemanfaatan ruang. Artinya aktivitas yang ada di ruang tersebut melibatkan air atau tidak. Untuk area yang kering biasanya tidak butuh lantai khusus. Sementara untuk area basah, pilihlah material yang nonpolish atau tidak dipoles. Ini bisa dilihat dari tekstur yang kasar dan warnanya tidak terlalu mengkilap. “Kalau area kering dan basah berdekatan, maka bisa kita gunakan bahan yang sama, tapi salah satu ruangan polish, sementara ruangan yang satunya tidak.

  Pembedaan material lantai, juga bisa membantu pemisahan ruang baik berdasarkan fungsi maupun konsep. Kita ambil contoh untuk ruang keluarga dan ruang makan yang sering digabungkan. Kedua ruang ini dapat menggunakan lantai dengan bahan yang sama tapi dengan warna berbeda. Atau, sebaliknya. Juga bisa dengan permainan pola. Yakni, dengan cara menambahkan border alias garis tepi atau batas dengan bahan yang sama tapi beda warna. Border lantai ini bisa disesuaikan dengan selera serta kreatifitas sang arsitek atau keinginan pemilik.

  "Misalnya rumah klasik. Pilihan lantai yang paling cocok adalah lantai marmer dengan warna netral seperti, cream. Sedangkan untuk desain rumah modem serta minimalis, lebih cocok menggunakan lantai dari bahan granit. Alasannya adalah, corak granit yang berbintik-bintik kecil, lebih sederhana dibandingkan dengan corak urat pada marmer yang tentunya lebih besar.Selain konsep ruang yang ditentukan, pertimbangan lain adalah fungsi sebuah ruang. Contohnya adalah kamar anak-anak, paling aman menggunakan lantai yang dilapisi karpet. Teksturnya yang tidak terlalu keras bisa dan bisa lebih mengurangi resiko jika suatu saat anak terjatuh. Sayangnya, Indonesia tergolong tropis dan karpet tidaklah efisien karena mudah lembab dan menyerap debu. Maka jika anda suka, alternatifnya lainnya adalah papan kayu, parkit, ataupun vinyl.

  Untuk ruang di lantai 2 yang aktivitasnya cukup padat, pemilihan material lantai haruslah lebih cermat. Suara langkah seseorang di lantai dua bisa menjadi sangat mengganggu penghuni di bawahnya. Kayu merupakan material yang berbunyi dan mengganggu ketika ada orang melangkah di atasnya. Karena itu, hindarilah menggunakan material kayu, sebisa mungkin gunakan materal yang berbasis beton dan jika perlu dilapisi karpet.Lantai dari bahan kayu perawatannya sangatlah sulit. Oleh karena itu tidak disarankan menggunakan lantai dari bahan ini untuk ruang dengan aktivitas cukup tinggi. Ini bisa diakali dengan parkit kayu yang mempunyai corak mirip seperti serat kayu, tapi lebih mudah untuk dirawat. “Yang paling mudah perawatannya tentu keramik. Apalagi, saat ini terdapat motif keramik menyerupai serat kayu. Marmer dan granit juga harus dipoles ulang setiap beberapa tahunnya.

  Baca juga tips merawat lantai marmer di 

Thursday, April 16, 2015

Lantai Rumah Juga Membutuhkan Energi Feng Shui Yang Tepat

Kebanyakan orang percaya bahwa energi feng shui rumah memiliki kekuatan yang dapat merubah karakter dan peruntungan seseorang. Selain rumah itu sendiri lantai di rumah kita pun membutuhkan energi.

Permainan elemen dalam Hong Shui berlaku pada warna, motif dan bahan lantai rumah anda.

Pahamilah elemen-eleman lantai agar bidang luas yang menjadi alas rumah kita ini menghasilkan energi bagus yang membantu kita makin sehat dan makmur.

Lantai granit yang kuat dan indah, keramik yang sejuk atau kayu yang memberi suasana alami merupakan beberapa pilihan lantai bagi rumah kita. Semuanya bisa memperindah rumah, tapi jika warna dan materi lantai tidak mendukung elemen pribadi kita, dalam jangka panjang kesehatan dan keharmonisan rumah tangga bisa terganggu.

Menurut pakar Hong Shui Maha Bhiksu Dutavira Sthavira (KK Wong) yang sering dipanggil Suhu Benny, warna lantai, materi, serta motifnya, berdampak pada keseimbangan energi penghuni rumah.

Lantai merupakan bidang luas dalam rumah yang kuat pengaruhnya dalam membentuk suasana hati kita. Warnanya menjadi dasar bagi warna-warna lain di rumah. Seperti kanvas yang disatukan berbagai nuansa, lantai berinteraksi dengan warna-warna lain dalam bangunan. Warna dinding, warna tirai, karpet, dan juga warna furniture. Bahan lantai juga ada efeknya pada diri kita.

Lantai marmer, kayu, keramik, mempunyai dampak berbeda-beda kadarnya pada tiap orang. Lantai pun tidak hanya berwarna, tapi juga bisa bermotif. Kita lalu lalang setiap hari di atas lantai. Walau tidak sering dipandangi langsung, motif dari alas ini tentu tidak kecil pengaruhnya pada suasana hati penghuni karena permukaannya tentu sering terlihat tanpa kita sadari. Selain memang tanpa dilihatpun energi dan bentuk-bentuk tersebut berinteraksi dengan energi pribadi kita.

1. WARNA

Warna memberi kesan pada pikiran dan perasaan kita. Hitamnya marmer bisa sangat anggun, tapi juga bisa mem­beri suasana kelam dan keras. Putih yang netral pun bisa menimbulkan suasana yang dingin dan statis jika tidak ada peran warna lain di sekitarnya.

Bayangkan rumah sakit yang dinding dan lantainya semua putih, tanpa lukisan. Seperti warna merah yang bisa menimbulkan kemarahan banteng, warna menimbulkan berbagai nuansa perasaan dalam diri mahluk hidup. Makanya di rumah sakit, kamar-kamar mayat tidak membutuhkan lukisan atau lantai keramik berwarna- warni. Jenazah tampaknya sudah cukup nyaman dengan ubin putih dan ranjang Iogam.

Tapi manusia hidup sangat membutuhkan energi dari warna. Kamar tidur berwarna hitam kelam dari lantai, dinding, sampai sarung bantal tentu sulit membuat kita bangun tidur dengan segar. Pengaruhnya akan beda dengan kamar tidur berdinding warna pastel, dengan seprai motif bunga-bunga lembut, berlantai kayu dengan warna coklat muda misalnya.

2. JENIS LANTAI

Dalam Hong Shui, bukan hanya warna benda yang berpengaruh pada perasaan dan pikiran kita, tapi juga materi benda tersebut. ini karena tiap hal mempunyai unsurnya sendiri. Ada elemen warna, adaelemen materi. Lantai keramik, granit, atau kayu, mempunyai elemen yang berbeda.

Maka efeknyapun berbeda pada kita. Elemen dari suatu benda ditentukan oleh bahan dan proses yang dilakukan terhadap benda tersebut.

Misalnya keramik. Elemennya memang Tanah, tapi karena melaiui proses pembakaran, maka elemen Api juga ada di dalamnya. Lantai kayu tentu saja berelemen Kayu, dan seperti granit, marmer pun berelemen Tanah.
Tampaknya tidak ada lantai berelemen Logam. Tapi tunggu dulu, sekarang mulai ada nat (bahan untuk diisikan di antara petak-petak lantai) yang terbuat dari logam. Lantai yang menggunakan marmer dan nat logam tentu jadinya merupakan kombmasi elemen Logam dan Tanah. Memang lantai seperti ini akan tampak ramai, karenanya perlu furniture yang simpel agar ruangannya tidak menimbulkan kesan hiruk pikuk. Serta yang penting dalam Hong Shui, perlu analisa elemen yang tepat sesuai pribadi penghuninya.

Untuk yang suka dengan lantai kayu, jika cerdik mengkombinasikan dengan furniture dan warna dinding, parquette atau lantai kayu memang membetahkan bagi penghuni dan tamu rumah. Selain menghangatkan ruang keluarga, lantai kayu tampak cocok bagi hampir semua ruangan. Manis untuk dapur, dan jika dipoles licin, anggun untuk ruang tamu.

Lantai kayu yang alamiah dan tidak mengkilap pun tetap pantas untuk ruang tamu, kesan yang ditimbulkannya akrab dan betah. Hanya saja, lantai kayu tak selalu tepat bagi semua orang.

Contohnya, walaupun kita sangat ingin menggunakan par­quette, tapi jika elemen pribadi kita Tanah, lebih baik lupakan untuk memakai bahan ini sebagai lantai. Kenapa? Karena ele­men Kayu merusak elemen Tanah. Tapi kita cinta sekali dengan lantai kayu. Mana yang lebih kita pentingkan, kesehatan dan kesejahteraan diri, atau memuaskan pandangan kita? Tentu kita tidak mau keseimbangan energi pribadi terganggu hanya karena memilih lantai yang keliru.

Apakah memang sejauh itu pengaruh elemen benda pada diri kita? Ya sejauh itu. Karena elemen adalah energi, dan diri kita juga merupakan kumpulan energi. Tapi pengaruh elemen tergantung kadar dari elemen itu juga.

Jika kita berelemen Tanah, bukan berarti tidak boleh ada bahan kayu dalam rumah kita. Satu dua patung kayu di rumah tidak akan mengganggu. Tapi lantai merupakan bidang yang Iuas, sehingga pengaruhnya pada keseimbangan energi kita tidak kecil.

3. MOTIF DAN KILAP
Selain warna, motif lantai pun punya elemennya sendiri. Pola penempatan ubin-ubin marmer atau keramik lantai Kita sebaiknya diatur dalam bentuk yang mendukung elemen diri kita. Misalnya motif segitiga-segitiga yang berunsur Api, bukan bentuk yang bagus bagi kita yang elemennya Kayu. Pola-pola bundar pada lantai agak jarang ditemui, tapi motif ini perlu dicari oleh orang-orang yang berelemen Air. Orang Air bisa menambahkan motif bulat melalui karpet.

Permadani atau karpet bisa jadi pilihan kita memodifikasi energi lantai. Berjenis-jenis motif karpet bisa membantu per­mainan elemen dalam rumah. Karpetpun bisa jadi solusi cepat jika lantai Kita tidak selaras dengan energi pribadi. Misalnya pola kotak-kotak pada lantai atau karpet pantas untuk orang Logam, tapi tentu cari warna-warna yang mendukung energi kita, yaitu warna coklat atau kuning. Di sisi lain, bagi kita yang berelemen Api, jika lantai kayu belum bisa masuk dalam bud­get pengeluaran kita, mungkin permadani.

4. TERLANJUR SALAH LANTAI 
Bagaimana jika rumah kita terlanjur mengunakan lantai yang elemennya tidak mendukung elemen pribadi? Apakah lalu kita harus mengganti seluruh Iantai ?
Bisa dibayangkan biayanya.Tapi tenang saja, Hong Shui adalah solusi. Kekeliruan elemen bukan harga mati.

Jika kita mengerti bagamana mengatur elemen-elemen yang bertebaran dalam rumah kita dalam bentuk materi dan warna, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Tambahkan unsur tertentu, kurangi unsur lainnya, dankeseimbangan energi pribadi pun bisa diselamatkan.

Misalnya bagikita yang berelemen Kayu, tapi lantai kita keramik putih yang polesannya sangat berkilap memantulkan cahaya. Keramik berunsur Tanah, tidak terlalu masalah dengan hal ini karena walau elemen kita merusak elemen Tanah, tidak ada dampak buruk bagi kita. Tapi warna putihnya yang berunsur Logam bisa mengganggu, karena logam merusak kayu.  Ditambah lagi dengan kilau ubin yang berunsur Api, padahal elemen Kayu menyuplai Api Sehingga Anda bisa mudah merasa letih dalam rumah. Ini artinya elemen lantai kita sangattidak mendukung bagi pribadi. Apa yang perlu dilakukan?

Contoh lainnya, misalkan kita orang Tanah dengan lantai rumah Kayu, seperti kasus yang kita bahas dalam artikel ini. Kita sudah terlanjur memakai parquette hampir ke seluruh penjuru rumah, padahal elemen Kayu mengganggu elemen Tanah. Apa daya? Tambahkan unsur-unsur logam serta api di seluruh rumah. Tempatkan patung-patung perunggu di lantai,tiang tianglampu tinggi yang terbuat dari logam , furniture dari besi tempa jika suka, atau hiasan-hiasan bebek dari kuningan, misalnya Selain itu, warna merah bisa dimunculkan disana sini jika diinginkan. Unsur-unsur logam bisa merusak energi Kayu, dan merah yang berunsur Api akan menyerap energyKayu. Paling tidak kita bisa mengurangi dampak buruk lantai kayu yang mengurangi energi diri yang berelemen Tanah.

Bagi orang Api, sebaiknya mereka membutuhkan lantai yang berunsur Kayu. Menyenangkan memang menata rumah dengan lantai Kayu. Orang tipe ini termasuk orang yang jarang mendapat masalah dari lantai, karena kebanyakan lantai hanya secuil mengandung unsur Air. Kecuali jika lantai rumahnya berwarna biru. Jika itu persoalannya, bisa saja kita menghamparkan karpet berwarna coklat untuk menutupinya. Tapi kombinasi biru dan coklat tampaknya kurang serasi, jadi upayakan agar lantai biru itu tertutup rapat jika tidak memungkinkan bagi kita untuk mengganti lantai dalam waktu dekat.

SSemoga bermanfaat